Meski tanpa sejumlah pemain pilar, PSIS tetap menunjukkan permainan terbaiknya. Donny Siregar cs sukses meraih poin absolud setelah menang 2-0 (2-0) atas Persepar Palangkaraya di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2).
Dua gol PSIS masing-masing dilesakan Iwan HW menit 14 dan Donny Siregar melalui titik putih menit 16. Tambahan tiga poin mengantarkan skuad arahan Edy Paryono memuncaki klasemen sementara Grup II Divisi Utama dengan 13 poin. Menggeser posisi PSCS Cilacap yang kalah produktifitas gol.
Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rekor selalu menang di kandang sendiri. Selain itu, gawang tim kebanggaan warga Kota Semarang juga masih "perawan" di hadapan publiknya sendiri. Yoga Wahyu yang diturunkan di bawah mistar gawang tampil memesona.
"Sebenarnya PSIS dalam kondisi cukup sulit sore ini (kemarin sore-red) karena sejumlah pilar absen. Tetapi anak-anak tetap tampil gigih sepanjang pertandingan. Gol di awal-awal babak pertama membawa kami meraih kemenangan," jelas Edy Paryono.
Hujan
Hujan yang sepanjang laga tidak memengarui agresifitas skuad Mahesa Jenar. Dengan kecepatan dan aksi individunya, Steven Anderson melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Persepar. Umpannya kepada Khusnul Yakin di menit ke-9 masih belum terselesaikan dengan baik.
Suporter tuan rumah Panser Biru dan Snex akhirnya bersorak, menit 14. Menerima umpan matang dari Khusnul, Iwan HW menusuk dari sektor kiri. Melewati hadangan Oye George, tendangan kerasnya ke sudut gawang tak mampu dihalau kiper Persepar Lendy Kewas.
Tak lama berselang, Lendy Kewas melakukan pelanggaran keras kepada Khusnul di kotak terlarang. Selain memberikan kartu kuning, wasit Agus Muslim menghadiahkan penalti kepada PSIS. Donny Siregar yang menjadi algojo melaksanakan tugasnya dengan baik, 2-0 PSIS memimpin Usai turun minum, tim tamu yang dibesut Agus Setyono lebih mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali kiper PSIS Yoga Wahyu dipaksa jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Dia menggagalkan tendangan keras Roberto Kwateh di pertengan babak kedua.
Aksi penyelamatan gemilang kembali dilakukan saat menghalau bola tendangan Dimas Pongky. Bola rebound disambut Widianto, namun lagi-lagi masaih ditepis kiper muda tersebut. Hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, keunggulan 2-0 untuk tuan rumah tetap bertahan.
"Kami menyesalkan dua gol awal tuan rumah. Pemain belakang kami kurang disiplin dan membiarkan pemain lawan bergerak bebas. Di paruh kedua, kami lebih banyak menyerang dan memiliki beberapa peluang, namun dewi fortuna belum berpihak kepada kami," imbuh Agus Setyono.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar