Jumat, 24 Februari 2012

WANITA SOLEHAH


Wanita solehah itu aurat dijaga,
Pergaulan dipagari,
Sifat malu pengikat diri,
Seindah hiasan di dunia ini.

Keayuan wanita solehah itu, tidak terletak pada kecantikan wajahnya,
Kemanisan wanita solehah, tidak terletak pada kemanjaannya,
Daya penarik wanita solehah itu,
Bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin,
Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, memujuk rayu,
Bukan dan tidak sama sekali.

Kepetahan wanita solehah,
Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain,
Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama.

Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyeri alam,
Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek ,
Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,
Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.

Wahai wanita jangan dibangga dengan kecantikan luaran,
Kerna satu hari nanti ianya akan lapuk di telan zaman,
Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman ,
Agar diri ini bersih dan sentiasa mendapat Rahmat Ilahi,
Wahai wanita jangan berbangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai ,
Kerna ada lagi manusia yang lebih berpengetahuan darimu ,
Wahai wanita jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,
Kerna ada lagi insan yang lebih malang darimu.

Wahai wanita solehah jangan dirisau akan jodohmu,
Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita hanya kerana kecantikannya ,
Bersyukurlah diatas apa yang ada,
Serta berusaha demi keluarga, bangsa dan agama.

AURAT WANITA


QS. Annur: 31
31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..

Kandungan :
  1. Menundukan pandangan
  2. Menjaga kemaluan Perempuan dan laki-laki
  3. Menutup aurat
Asbabun Nujulnya:
“Dahulu ada seoran pemilik kebun yang bernama Asma, yang suka didatangi oleh wanita-wanita yang tidak tertutup auratnya, karena keadaannya demikian , maka berkata Asma : “ Alangkah buruknya pemandangan yang ku lihat ini”.
Aurat wanita :

Seluruh badan wanita adalah perhiasan , oleh sebab itu harus selalu dijaga dan ditutupi, kecuali yang biasa tampak.
Menurut tafsir Ibnu Katsir : Tafsiran dari yang biasa tampak adalah wajah dan telapak tangan.
Sedangkan ulama lain menyebutkan bahwa semua aurat wanita (anggota tubuh) adalah aurat dan wajib ditutup.

Menurut Syeh Salim Al-Hudrani , Aurat dibagi empat :
  1. Laki-laki didalam dan diluar shalat serta budak-budak wanita (amak). Auratnya adalah antara pusar dan lutut.
  2. Perempuan amat yang merdeka, auratnya adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.
  3. Aurat perempuan merdeka dan amat ketika bersama laki-laki yang bukan muhrim adalah semua badan (diluar shalat).
  4. Aurat perempuan yang merdeka atau amat ketika berada dengan mahramnya adalah antara lutut dan pusar.

QS. Al-Ahzab : 59
“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Syarat jilbab bagi muslimah :
  1. Pada prinsipnya menutupi dada (keseluruhan)
  2. Tidak tipis
  3. Tidak membentuk tubuh
  4. Jangan menyerupai laki-laki
  5. Tidak mengundang perhatian

perintah bersholwat dan keutamannya

Perintah Bershalawat
Allah swt menegaskan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)

Keterangan secara detail hadis-hadis shahih tentang cara bershalawat dan keharusan menyebutkan keluarga suci Nabi saw dalam bershalawat,

Keutamaan Bershalawat
Bershalawat kepada Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) memiliki banyak keutamaan bagi kita di dunia dan akhirat. Keutamaannya antara lainnya:

Pertama:
Rasulullah saw bersabda:
“Pada hari kiamat aku akan berada di dekat timbangan. Barangsiapa yang berat amal buruknya di atas amal baiknya, aku akan menutupnya dengan shalawat kepadaku sehingga amal baiknya lebih berat karena shalawat.” (Al-Bihar 7/304/72)

Kedua:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku tiga kali setiap hari dan tiga kali setiap malam, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah azza wa jalla berhak mengampuni dosa-dosanya pada malam itu dan hari itu.” (Ad-Da’awat Ar-Rawandi: 89, bab 224, hadis ke 226)

Ketiga:
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku ketika akan membaca Al-Qur’an, malaikat akan selalu memohonkan ampunan baginya selama namaku berada dalam kitab itu.” (Al-Bihar 94/71/65)

Keempat:
Rasulullah saw bersabda:
“Pada suatu malam aku diperjalankan untuk mi’raj ke langit, lalu aku melihat malaikat yang mempunyai seribu tangan, dan setiap tangan mempunyai seribu jari-jemari. Malaikat itu menghitung dengan jari-jemarinya, lalu aku bertanya kepada Jibril: Siapakah malaikat itu dan apa yang sedang dihitungnya? Jibril menjawab: Dia adalah malaikat yang ditugaskan untuk menghitung setiap tetesan hujan, ia menghafal setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi.

Kemudian aku bertanya kepada malaikat itu: Apakah kamu mengetahui berapa tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah menciptakan dunia?
Ia menjawab: Ya Rasulallah, demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di kebun, di tanah yang bergaram, dan yang jatuh di kuburan.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: Aku kagum terhadap kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan itu.

Kemudian malaikat itu berkata: Ya Rasulallah, ada yang tak sanggup aku menghafal dan mengingatnya dengan perhitungan tangan dan jari-jemariku ini.
Rasulullah saw bertanya: Perhitungan apakah itu?
Ia menjawab: ketika suatu kaum dari ummatmu menghadiri suatu majlis, lalu namamu disebutkan di majlis itu, kemudian mereka bershalawat kepadamu. Pahala shalawat mereka itulah yang tak sanggup aku menghitungnya.” (Al-Mustadrah Syeikh An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke 72)

Kelima:
Rasulullah saw bersabda:
“Sebagaimana orang bermimpi, aku juga pernah bermimpi pamanku Hamzah bin Abdullah dan saudaraku Ja’far Ath-Thayyar. Mereka memegang tempat makanan yang berisi buah pidara lalu mereka memakannya tak lama kemudian buah pidara itu berubah menjadi buah anggur, lalu mereka memakannya tak lama kemudian buah anggur itu berubah menjadi buah kurma yang masih segar. Saat mereka memakan buah kurma itu tak lama segera aku mendekati mereka dan bertanya kepada mereka: Demi ayahku jadi tebusan kalian, amal apa yang paling utama yang kalian dapatkan? Mereka menjawab: Demi ayahku dan ibuku jadi tebusanmu, kami mendapatkan amal yang paling utama adalah shalawat kepadamu, memberi minuman, dan cinta kepada Ali bin Abi Thalib (sa).” (Ad-Da’awat Ar-Rawandi, hlm 90, bab 224, hadis ke 227)

Keenam:
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Tidak ada sesuatu amal pun yang lebih berat dalam timbangan daripada shalawat kepada Nabi dan keluarganya. Sungguh akan ada seseorang ketika amalnya diletakkan di timbangan amal, timbangan amalnya miring, kemudian Nabi saw mengeluarkan pahala shalawat untuknya dan meletakkan pada timbangannya, maka beruntunglah ia dengan shalawat itu.” (Al-Kafi, jilid 2, halaman 494)

Ketujuh:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang tidak sanggup menutupi dosa-dosanya, maka perbanyaklah bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karena shalawat itu benar-benar dapat menghancurkan dosa-dosa.” (Al-Bihar 94/ 47/2, 94/63/52)

Kedelapan:
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Ketika nama Nabi saw disebutkan, maka perbanyaklah bershalawat kepadanya, karena orang yang membaca shalawat kepada Nabi saw satu kali, seribu barisan malaikat bershalawat padanya seribu kali, dan belum ada sesuatupun yang kekal dari ciptaan Allah kecuali shalawat kepada hamba-Nya karena shalawat Allah dan shalawat para malaikat-Nya kepadanya. Orang yang tidak mencintai shalawat, ia adalah orang jahil dan tertipudaya, sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya serta Ahlul baitnya berlepas diri darinya.” (Al-Kafi 2: 492)

Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan bahwa Syeikh Shaduq (ra) meriwayatkan dalam kitabnya Ma’anil Akhbar: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) menjelaskan tentang makna firman Allah saw, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi…: Shalawat dari Allah azza wa jalla adalah rahmat, shalawat dari malaikat adalah pensucian, dan shalawat dari manusia adalah doa.” (Ma’anil akhbar: 368)

Dalam kitab yang sama diriwayatkan bahwa perawi hadis ini bertanya: Bagaimana cara kami bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya? Beliau menjawab:

صلوات الله وصلوات ملائكته وانبيائه ورسله وجميع خلقه على محمّد وآل محمّد والسلام عليه وعليهم ورحمه الله وبركاته
“Semoga shalawat Allah, para malaikat-Nya, para nabi-Nya, para rasul-Nya dan seluruh makhluk-Nya senantiasa tercurahkan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepadanya dan kepada mereka.”

Aku bertanya: Apa pahala bagi orang yang bershalawat kepada Nabi dan keluarganya dengan shalawat ini? Beliau menjawab: “Ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaan bayi yang baru lahir dari ibunya.” (Ma’anil akhbar: 368)

Kesembilan:
Syeikh Al-Kulaini meriwayatkan di akhir shalawat yang dibaca setiap waktu Ashar pada hari Jum’at:
اللّهمّ صلّ على محمّد وآل محمّد الاوصياء المرضيين بأفضل صلواتك وبارك عليهم بأفضل بركاتك والسلام عليه وعليهم ورحمة الله وبركاته
“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, para washi yang diridhai, dengan shalawat-Mu yang paling utama, berkahi mereka dengan keberkahan-Mu yang paling utama, dan semoga salam dan rahmat serta keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepadanya dan kepada mereka.”

Orang yang membaca shalawat ini tujuh kali, Allah akan membalas baginya setiap hamba satu kebaikan, amalnya pada hari itu akan diterima, dan ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya di antara kedua matanya. (Al-Furu’ Al-Kafi 3: 429)

Kesepuluh:
Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca shalawat berikut ini sesudah shalat Fajar dan sesudah shalat Zuhur, ia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Al-Qaim (Imam Mahdi) dari keluarga Nabi saw:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan percepatlah kemenangan mereka .” (Safinah Al-Bihar 5: 170)

Wanita End Darah Haid

Darah haid adalah darah yang keluar dari farji perempuan dalam keadaan normal (sehat),bukan disebabkan melairkan anak atau pecahnya selaput darah, dan keluarnya darah haid bagi perempuan adalah fitrah atau pembawaan belaka yang dianugerahkan Allah karena mereka kaum wanita.

Menurut ijma para ulama bahwa darah haid itu adalah najis, oleh karena itu seorang muslim yang hendak melakukan shalat apabila pakaiannya terkena darah haid maka terlebih dahulu harus dibersihkan lalu di cuci, dalam hal ini Rasul Saw, bersabda yang artinya:
“ Dari Asma’ra, katanya : seorag wanita datang kepada Nabi saw lalu bertanya: baju salah seorang kami kena darah haid, bagaimana cara membersihkannya? Sabda Rasul saw: mula-mula buang (kikis habis) darah nya, sesudah itu gosok-gosokan kaum itu dengan ujung jari pakai air, kemudian siram, lalu pakailah untuk shalat”

UMUR BERAPAKAH TERJADINYA HAID ITU?
Seorang perempuan yang kedatangan haid adalah merupakan salah satu tanda telah baligh (dewasa) seorang remaja puteri. Dan sekaligus baginya telah mendapat beban untuk mengerjakan perintah agama (taklifi).

Kedatangan haid bagi seorang wanita yang satu dengan wanita yang lain itu berbeda-beda umurnya; ada yang baru berumur 9 tahun, 15 tahun. Jadi dalam hal ini masalah umur (usia) tidaklah dapat dijadikan patokan /ukuran wanita itu sudah datang bulan, sebab ada seorang wanita yang berusia 7 dan 8 tahun sudah mengeluarkan darah, tetapi bukan darah haid melainkan darah penyakit. Pada dasarnya seorang wanita kedatangan haid ketika mnginjak usia 12 tahun, dan keluarnya darah haid itu biasanya tiap bulan sekali sampai masa monopause.

SIFAT DAN WARNA DARAH HAID
Diantara sifat-sifat yang dapat dijadikan patokan bagi darah haid ialah bahwa darah tersebut nampaknya berbau hangus, busuk. Sedang warnanya darah haid itu yang biasa disaksikan oleh bersangkutan selama haid pada umumnya ada 5 macam warna yaitu: warna hitam, merah, kuning, hijau, dan kelabu.

Dan khusus darah haid yang berwarna merah atau hitam, para ulama sepakat bahwa darah tersebut digolongkan sebagai darah haid, yang demikian itu berdasarkan hadits sebagai berikut, yang artinya:
“ Dari Urwah , dari Fatimah binti Abi Jahsy, bahwa ia mengeluarkan darah. Maka bersabdalah Nabi kepadanya:” kalau itu (memang)darah haid, maka warnanya kehitam-hitaman, bila demikian halnya, mak berhentilah kamu shalat. Tapi kalau tidak demikian maka berwudhulah lalu shalat, karena (yang demikian itu) hanyalah gangguan otot. (HR. Abu Dawud),

MASJID ULIL ALBAB

Masjid Ulil Albab, itulah sebuah nama yang diperuntukkan bagi masjid kampus terpadu Universitas Islam Indonesia yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 14,4 Sleman, Jogjakarta. Masjid kampus ini secara formal diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2001 bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Inilah sebuah keinginan yang didambakan bagi seorang penggagas berdirinya Masjid Ulil Albab yang bercirikan orang yang selalu bertafakur atas segala penciptaan Allah SWT serta berdzikir, (mengingat Allah di manapun ia berada, menuju sosok pribadi muslim yang memiliki IMTAK dan IPTEK serta rahmatan lil’alamin).

Secara fisik Masjid Ulil Albab memiliki bangunan yang begitu artistik, megah dan modern, dan secara langsung maupun tidak langsung Masjid Ulil Albab merupakan simbol sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika Universitas Islam Indonesia yang telah begitu lama mendambakan sebuah masjid yang dapat dijadikan sebagai pusat kajian atau belajar agama maupun pengetahuan bagi civitas akademika sesuai harapan dari penggagas nama Masjid Ulil Albab ini.

Sebagai masjid yang memiliki multi fungsi serta peranan yang cukup besar dalam menghadapi realita kehidupan kedepan, oleh karena itu dalam rangka memakmurkan syiar-syiar islam melalui masjid maka dibentuklah Takmir Masjid Ulil Albab yang perdana dengan tiga orang personil yang terdiri dari saudara Faturrahmi (MIPA 97 ), Rozi Gusman (Psikologi 96), dan Harum Murah Marpaung (Ekonomi 97) yang menjalankan fungsi ketakmiran sejak tanggal 1 Juni 2001. Ketiga personel inilah menjalankan fungsinya sebagai takmir selama kurang lebih 8 bulan, kemudian terhitung sejak 1 Februari 2002 takmir baru terbentuk. Secara struktural Takmir Masjid Ulil Albab di bawah Rektor Universitas Islam Indonesia selaku Penanggung jawab dan Badan Wakaf selaku Pelindung.

Jumat, 17 Februari 2012

HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF


Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm.

Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.

Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.

Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.

Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .

Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.

Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.

Jangan hanya main band meniru dan mengidolakan gaya orang-orang kafir, tapi Nabi sendiri tidak pernah ditiru dan dipuji puji! Sudah saatnya bersholawat, menjunjung, memuji dan meniru Nabi Muhammad SAW agar memperoleh syafaatnya dan beliau mengakui kita sebagai umatnya, karena percuma saja kita yg mengaku ngaku umatnya, tapi tidak pernah bersholawat.

tetap semangat..


Meski tanpa sejumlah pemain pilar, PSIS tetap menunjukkan permainan terbaiknya. Donny Siregar cs sukses meraih poin absolud setelah menang 2-0 (2-0) atas Persepar Palangkaraya di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2).

Dua gol PSIS masing-masing dilesakan Iwan HW menit 14 dan Donny Siregar melalui titik putih menit 16. Tambahan tiga poin mengantarkan skuad arahan Edy Paryono memuncaki klasemen sementara Grup II Divisi Utama dengan 13 poin. Menggeser posisi PSCS Cilacap yang kalah produktifitas gol.

Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rekor selalu menang di kandang sendiri. Selain itu, gawang tim kebanggaan warga Kota Semarang juga masih "perawan" di hadapan publiknya sendiri. Yoga Wahyu yang diturunkan di bawah mistar gawang tampil memesona.

"Sebenarnya PSIS dalam kondisi cukup sulit sore ini (kemarin sore-red) karena sejumlah pilar absen. Tetapi anak-anak tetap tampil gigih sepanjang pertandingan. Gol di awal-awal babak pertama membawa kami meraih kemenangan," jelas Edy Paryono.

Hujan

Hujan yang sepanjang laga tidak memengarui agresifitas skuad Mahesa Jenar. Dengan kecepatan dan aksi individunya, Steven Anderson melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Persepar. Umpannya kepada Khusnul Yakin di menit ke-9 masih belum terselesaikan dengan baik.

Suporter tuan rumah Panser Biru dan Snex akhirnya bersorak, menit 14. Menerima umpan matang dari Khusnul, Iwan HW menusuk dari sektor kiri. Melewati hadangan Oye George, tendangan kerasnya ke sudut gawang tak mampu dihalau kiper Persepar Lendy Kewas.

Tak lama berselang, Lendy Kewas melakukan pelanggaran keras kepada Khusnul di kotak terlarang. Selain memberikan kartu kuning, wasit Agus Muslim menghadiahkan penalti kepada PSIS. Donny Siregar yang menjadi algojo melaksanakan tugasnya dengan baik, 2-0 PSIS memimpin Usai turun minum, tim tamu yang dibesut Agus Setyono lebih mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali kiper PSIS Yoga Wahyu dipaksa jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Dia menggagalkan tendangan keras Roberto Kwateh di pertengan babak kedua.

Aksi penyelamatan gemilang kembali dilakukan saat menghalau bola tendangan Dimas Pongky. Bola rebound disambut Widianto, namun lagi-lagi masaih ditepis kiper muda tersebut. Hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, keunggulan 2-0 untuk tuan rumah tetap bertahan.

"Kami menyesalkan dua gol awal tuan rumah. Pemain belakang kami kurang disiplin dan membiarkan pemain lawan bergerak bebas. Di paruh kedua, kami lebih banyak menyerang dan memiliki beberapa peluang, namun dewi fortuna belum berpihak kepada kami," imbuh Agus Setyono.